Sitting is the New Smoking

Cedar Water Fall di Jean Petite National Park di Arkansas. Untuk mencapai air terjun ini, harus trekking dulu selama 45 menit.

Cedar Water Fall di Jean Petite National Park di Arkansas. Untuk mencapai air terjun ini, harus trekking dulu selama 45 menit.

Beberapa saat yang lalu, saya membaca sebuah buku yang cukup menarik bagi saya, “Eat Move Sleep” yang ditulis oleh Tom Rath. Pesan dari buku itu sederhana. Di jaman yang serba “wah” ini, semakin banyak orang yang kurang gerak, kurang tidur, dan memiliki pola makan yang kurang bagus. Dan, “disarankan” orang untuk kembali cukup gerak, cukup tidur, dan memperbaiki pola makan. Salah satu cara yang disarankan untuk “move” adalah dengan menggunakan standing desk di kantor (karena lebih banyak orang yang bekerja di kantor dan duduk sepanjang hari) atau menaruh treadmill desk. Itu hal-hal sederhana yang disarankan oleh Rath.

MKT Trail in Columbia, Missouri. MKT Trail merupakan singkatan dari Missouri Kansas Trail dengan panjang 9 miles atau 14 KM

MKT Trail in Columbia, Missouri. MKT Trail merupakan singkatan dari Missouri Kansas Trail dengan panjang 9 miles atau 14 KM

Jadi ingat di Indonesia sendiri. Orang jaman dulu – paling tidak 20 tahun yang lalu – jarang sekali kita menemui orang-orang yang kelebihan berat badan. Meskipun makan mereka banyak. Tetapi orang-orang cenderung keceng-keceng. Selain itu mereka banyak melakukan aktivitas gerak – bersepeda, jalan, pergi ke sawah, dan sebagainya – makan mereka juga belum aneh-aneh. Orang-orang yang rata “tidak punya uang”, mereka hidup dengan sangat sederhana. Makan di rumah dengan menu yang sangat sederhana. Orang jarang sekali makan di luar. Makan mewah hanya pada saat-saat tertentu, terutama pada saat acara besar seperti nikahan atau hari raya. Orang-orang yang masih mencuci dengan manual – tidak ada mesin cuci. Atau kadang di desa-desa yang belum ada pompa air, pagi dan sore orang akan menimba air dari sumur untuk mengisi kamar mandi yang dilakukan pada pagi dan sore hari.

Rock Bridge Trail di Columbia, Missouri

Rock Bridge Trail di Columbia, Missouri

Jaman itu, masih bisa dihitung dengan jari orang yang memiliki sepeda motor. Apalagi mobil. Orang-orang paling naik sepeda angin atau jalan kaki kemana-mana. Berbeda sekali dengan jaman sekarang ketika satu rumah memiiki mobil atau sepeda motor lebih dari satu. Orang jadi enggan untuk naik sepeda angin. Bahkan ke warung sebelah juga menggunakan sepeda motor. Kalau ditanya alasannya mengapa malas naik sepeda angin atau jalan. Alasannya “panas.” Well, dari dulu Indonesia itu panas karena memang di khatulistiwa. Dan, menjadi lebih panas lagi ditambah dengan bahan bakar fosil yang dibakar oleh motor dan mobil banyak jumlahnya bejibun ini. Ah, orang maunya memang menyalahkan cuaca, tanpa mau tahu kalau kita secara umum turut berkontribusi terhadap naiknya suhu di bumi.

after biking all day in MKT Trail, COMO

after biking all day in MKT Trail, COMO

Mengingat sitting is the new smoking, saya mencoba untuk memperbanyak move. Kalau sleep dan eat, syukurlah sudah tidak menjadi masalah bagi saya secara umum. Saya makan lumayan bagus, dan tidur tidak kurang dari 7 jam sehari (kadang-kadang ditambah napping 15 menitan di siang hari). Nah, kadang move ini yang masih menjadi masalah. Saya berolahraga. Rata-rata per hari 45 menit pagi dan malam di rumah. Ditambah dengan naik sepeda 2.5 km (PP) dan jalan. Kadang-kadang saya juga sering jalan di jarak 2.5 km ini. Saya juga jalan dari sana-kemari, naik tangga dan sebagainya. Cuman, kadang-kadang saya rasa tidak cukup banyak (alias kurang banyak). Masih belum setimpal dengan pola saya duduk -mulai duduk di angkot sampai dengan duduk di kantor. Saya berusaha disiplin untuk setiap 30 menit sampai satu jam ketika duduk itu untuk berdiri. Jalan kesana-kemari. Cuman ya itu, masih kurang saya rasa.

trekking to Cedar Water Fall

trekking to Cedar Water Fall

Karena itu, saya sekarang berusaha menambahnya. Kalau dulu, balik dari Papaya sering naik taksi ke kantor. Sekarang, ganti naik angkot, turun di Giant dan jalan kaki dari Giant ke Graha Pena. Sebenarnya, dari Giant ke GP bisa naik angkot, tapi sayang, nanggung. Hanya sekitar 400 meter, kalau naik angkot juga sudah RP. 4.000,-. Saya juga sering tidak bawa sepeda, biar saya jalan dari rumah sampai jalan raya. Pulang-Pergi. Dan, kalau nyuci baju saya sekarang lebih banyak mencuci manual. Selain lebih menghemat energi, juga “memaksa” agar tubuh gerak.

Kadang, terpikir untuk naik sepeda Sidoarjo-Surabaya (PP). Tidak jauh, 20 KM. Tapi, ampun-ampun membayangkan ruwet lalu-lintasnya dan para pengendara sepeda motor yang meng-klaim kalau jalan raya adalah miliknya sendiri.

St Vincent Greenways

St Vincent Greenways

Sering membayangkan kalau Sidoarjo-Surabaya memiliki greenways yang hanya sepeda angin saja yang bisa lewat. Sama seperti yang dilakukan di St. Louis Metropolitan Area oleh Great River Greenways. Kalau di dekat tempat saya dulu, ada dua trail, Ted Jones dan St. Vincent Greenways. Ted Jones ini menghubungkan antara daerah sekitar kampus sampai dengan City of Ferguson. Agak menakutkan sih trek ini. Soalnya sepi banget. Tidak habis pikir, mengapa saya dulu berani naik sepeda atau lari disini ya? hehehe. Satunya lagi, St. Vincent Greenways. Trail yang ini dekat dengan South Campus. Tepat di belakang Meadows. Tempatnya lumayan rame. Dan, dia agak bervariasi juga. Kalau waktu Fall, indah sekali.

Asyik ya kayaknya kalau bisa dilakukan di Surabaya dan sekitarnya. I really don’t mind ride my bike.

St. Vincent on Fall morning

St. Vincent on Fall morning

Di Indonesia ini, agak susah mencari aktivitas di alam di sekitar Surabaya. Kalau mau aktivitas alam, harus minggir-minggir ke Trawas atau ke Batu. Di dalam kota sendiri, taman kota juga belum sebanding dengan jumlah penduduk. Bu Risma did a great job in revitalizing city parks. Tapi tamannya masih kurang gedhe, hehehehe. Saya memimpikan taman seluas Forest Park.. Hiihih. Saya juga mendambakan trek-trek rute medium yang banyak di US. Di Indonesia, rute untuk trek bisa dikatakan sedikit ekstrim. Let’s take a look Ijen atau Semeru. Jarang ada rute-rute medium. Dan, trek juga belum terbangun dengan bagus. Still such a wild trek. Saya benar-benar merindukan rute trekking yang sangat enak yang orang awam-pun bisa jalan dengan enak. I’m not a fan of hiking, but I’m a big fan of trekking.

Leave a Reply