How I Conduct A Less Stressful Life and Look Much Younger, LoL

Dalam tiga tahun terakhir ini, saya mencoba belajar hidup less stress. Belajar hidup tidak terlalu ngoyo dan memforsir diri seperti tidak ada besok. Saya belajar pada prinsip, kemarin dan besok tidak ada. Kalaupun besok itu ada, dia pasti dengan masalahnya sendiri.

Saya sebenarnya “insyaf” dengan terpaksa awalnya. Kebanyakan begadang jaman sekolah S2, tubuh sudah teriak-teriak protes melulu. Awalnya, cumin berbisik. Tidak saya dengarkan. Lama-lama, tubuh teriak sendiri. Tidak cumin kebanyakan begadang, juga kebanyakan kafein, kebanyakan makan tengah malam, dan sebagainya dan sebagainya. Sedangkan hiburan cuma lihat brondong-brondong seger di perpus dan sesekali saling menggoda.

Eh, tapi, kalau dilihat, wajahnya di circa 2010-2012 itu memang tampak kuyu lho. Macam orang yang tidak segar karena kurang tidur (memang benar kurang tidur dan tidur kacau), otot di dahi juga keluar semua – sebagai tanda otot pada stress semua (tanda-tanda yang aku baru paham setelah aku keluar dari “krisis” itu). Kantong mata dan kerutan di bawah mata. Belum lagi mata Panda. Kulit juga tidak segar. Kusem gitu, hehehe. Tiba-tiba, rambut jadi hampir putih semua. Well, mungkin sebenarnya, kondisi seperti ini tidak terjadi pas jaman sekolah saja, mungkin juga sudah saya ‘pupuk” sebelum-belumnya.

Wajah kusem kebanyakan begadang :(((

Wajah kusem kebanyakan begadang :(((. #Boston Januari 2011

Setelah saya melakukan perubahan 180 derajat segala pola, syukurlah otot-otot yang menyembul di dahi hilang – hanya keluar kadang-kadang saja kalau kecapekan dan tidur kurang cukup, kulit lebih cling, kantong mata hilang, lebih bersemangat dan energy berlimpah. Eh, saya merasa lebih muda 8 tahun lho, hihihihi. Kata orang-orang sekarang, saya juga nampak lebih muda. Cuman, rambut putih ya masih ada lah.. Sepertinya butuh waktu lagi untuk mengembalikan warna alami rambut.

Pengalaman ini tidak hanya saya seorang yang mengalami. Mungkin jutaan orang yang sudah insyaf bisa mengatakan perbedaannya. Seperti kemarin ketika saya tidak sengaja membaca blog post yang ditulis oleh Joshua Field. Dia merasakan benar manfaat melakukan perubahan 180 derajat.

Jayapura Februari 2014. Looking so much younger , eh? :))

Jayapura Februari 2014. Looking so much younger , eh? :))

Lalu, apa yang saya lakukan? Sederhana apa yang saya lakukan. Seperti yang sudah saya tulis di paragraph pertama, kalau saya mencoba untuk hidup less stress. Saya mencoba untuk tidur paling malam jam 10 malam (saya sekarang sering dibilang tidak keren karena jam 9 malam sudah menguap tanpa henti) dan tidur selama 7-8 jam per malam. A  very good night sleep. Saya merubah pola makan. Saya olahraga tidak se-ngoyo jaman dulu – dengan menghabiskan waktu dua jam di gym. Olahraga saya integrasikan dalam hidup saya sehari-hari. Saya bermeditasi. Saya berlatih tai chi ringan. Saya mencoba mencuci baju-baju dengan tangan. Saya berjalan. Saya berusaha bergerak sebanyak mungkin. Saya mencoba tidak terlalu ngoyo (tapi serius lho…). Saya mencoba menyaring komitmen. Saya mengeleminasi hal-hal dan orang-orang tidak penting dalam hidup saya. Saya mencoba mengurangi “sampah” dalam hidup saya. Sampah dalam artian sebenarnya. Yaitu dengan cara decluttering. Meskipun kadang-kadang impulsive membeli masih muncul juga. Saya hidup lebih nyantai sekarang (meskipun orang-orang pada rbut kenapa tidak nikah-nikah). Saya hidup lebih tidak kuatir tentang besok dan masa depan. Saya hidup untuk hari ini. Saya biarkan hidup berjalan seperti logika yang dia mau. Be like the flowing river.

Setelah saya melakukan itu, saya merasakan tidak pernah hidup sesehat dan sebahagia ini. Hidup memang tidak mudah, tetapi saya memilih menjalaninya dengan santai dan bahagia. Less stress.

 

PS: tulisan ini diilhami dari kepo saya hari ini J. 

Leave a Reply