godaan

Setan diciptakan untuk menggoda manusia. Bentuk menggodanya? Hmmmm… entahlah.. Mungkin ribuan cara yang digunakan setan untuk menggoda manusia. Namun, godaan setan terhadap manusia hanya dengan satu cara lewat nafsu. Satu hal yang tidak dimiliki oleh malaikat… 🙂

Iya, karena saya manusia, maka saya juga banyak tergoda. Saya gampang juga kalap. Mindless. Godaan terhadap saya masuk lewat banyak hal. Ada yang melalui penglihatan langsung, visual di tempat lain, bisikan orang lain, atau bahkan imaginasi saya sendiri.

Saya tergoda dengan makanan yang enak karena lihat langsung, lihat visualnya di TV atau internet, atau dari hasil bisikan orang di sebelah, hehehe. Seringkali, melihatnya saja membuat saya ingin makan. Godaan ini kadang membuat saya makan melebihi dengan apa yang saya butuhkan atau menumpuk makanan sampai terkadang saya tidak sempat untuk memasakknya atau memakannya.

Saya tergoda untuk membeli baju, kadang-kadang. Padahal, baju saya ya cukup jika digunakan dalam setahun. Oh, well, meskipun baju merupakan hal yang paling jarang saya ingin beli. Saya beli baju ketika saya “butuh” saja. Misalnya, ya benar-benar butuh karena baju lama saya sobek; atau saya sedang tidak berada di rumah dan sedang tidak membawa baju ganti. Itulah saat saya membeli baju baru. Lainnya? Saya jarang banget pengen membeli satu baju. Paling-paling, kalau M&S lagi keluarin kemeja linen terbaru, saya ingin beli. Itu saja, lainnya tidak.

Terus apa lagi dong? Ehhh.. Tentunya tikettttttt buat liburan… Meskipun ini kalap yang lumayan jarang, tapi berat konsekuensinya. Gimana kagak berat? Karena saya tidak hanya perlu membeli tiketnya saja, tetapi saya juga harus memikirkan paling tidak penginapan dan makan saya. Kalau oleh-oleh sih relatif, karena saya paling jarang membuat oleh-oleh sebagai sebuah prioritas, hehehe. Tapiiiiii… Kalap tiket ini biasanya “tidak langsung.” Tetapi seringnya karena “dikomporin” oleh pihak eksternal (alah, bahasanya, hehehehe). Bisikan godaan untuk tiket ini sebenarnya sangat tipikal… “Eh, itu si XXX lagi diskon” atauuuuu… “Eh, di Mall XXX sedang ada XXX Travel Fair, kesana yukss.. lihat-lihat…” Dan hadiriiiinnn.. Hasilnya kan tidak cuman lihat-lihat.. Pasti, membawa sesuatu, hehehe. Oh my, my bad. Tahu tidak, jaman saya bulan-bulan awal di US dan melihat allowance saya – jika saya bisa simpan cukup banyak, maka saya bilang ke ibu saya, jika saya akan insyaf jalan-jalan. Ibu saya senang sekali. Karena jalan-jalan adalah “musuh” utama saya yang saya selalu tidak tahan dengan godaannya. Kenyataannya? Ah, janji palsu itu.. HAHAHAHAHAHA. As soon as it was around Thanksgiving, I’ve started traveling. Started from the closest, Columbia, Missouri to visit a friend. Then, after that…. I bought train tickets to New York City.. and traveled around East Coast. Setelah itu, tidak berhenti sampai ketika menjelang saya balik Indonesia, duit saya mepet sangat, bahkan untuk beli oleh-oleh.. :)). Kemana dong duit saya? Buat jalan-jalan dan jajan… OMG…

Well, anyways, manusia memang digoda. Tapi manusia biasanya juga bisa menangkalnya, asal manusia mau. Karena manusia derajatnya lebih tinggi dari setan. Caranya? Ada yang dengan sukarela bisa mengontrolnya; ada yang karena terpaksa, hehehehe. Kata “puasa” merupakan cara untuk mengendalikannya, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa. HAHAHAHA. Yang sukarela, akan bisa bilang ke diri mereka sendiri, “Ah, ga butuh ini… Ntar-ntar saja…”. Kalau yang terpaksa? Ya karena bokek lah.. HAHAHA. Well, anyways, apapun jenis godaannya, nikmatilah hidup hari ini dengan bahagia. Dan, jangan lupa untuk bersyukur… 🙂

Leave a Reply