Convenient Foods the Saviour?

Jika kita traveling ke negara seperti Jepang, banyak yang bilang makanan convenient store merupakan “penyelamat” bagi budget traveler karena dianggap harganya yang murah. Benarkah harganya lebih murah?

the famous Seven Eleven 🙂

Dalam perjalanan ke Jepang beberapa saat yang lalu, saya mencoba untuk “membuktikan” ini. Dalam beberapa kesempatan, saya beli makanan di convenient store, dan di beberapa kesempatan lainnya, saya mencoba makan di restoran atau warung. Hasilnya? Harga sama saja. Terkadang hasil belanja convenient store hasilnya lebih mahal. Kok bisa? Jadi misalkan, kita dengan uang 1,000-1,500 yen, kita sudah mendapatkan satu jenis makanan yang enak dan kenyang. Untuk makan nasi tim belut di dekat apartemen kami di Asasuka, saya ingat harganya sekitar 1,000 yen. Itupun saya sudah ampun-ampun kenyangnya. Sedangkan memang benar, harga makanan di convenient store harganya sekitar 200 yen sampai dengan 400 yen. Tetapi apa bener kita hanya mau makan sushi kecil satu porsi? Apa iya kita cuman bisa makan onigiri 1? Susah. Hasilnya, kita akan mengambil sushi, onigiri, side dishes, pudding, dan jajanan lainnya. Pada akhirnya, kita juga akan mengeluarkan jumlah uang yang sama. Setiap kali saya jajan di Convenient Store, paling tidak kalau dihitung-hitung jatuhnya juga sekitar seribuan yen. :). Secara prinsip, membeli makanan di convenient store di Jepang sama halnya dengan jajan di Indomaret atau Alfamidi. Nah, toko-toko ini sekarang sudah mulai menjual lunch box (doshirak) atau juga makanan seperti onigiri. Tetapi, harga jual makanan-makanan ini sama juga dengan kita makan di warung di Indonesia. Kalau dari kadar kepuasan kenyang, mendingan di warung deh. 🙂

Namun, beda lagi kalau kita beli makanan di convenient store maksudnya untuk jajan; coba ini dan itu. Karena makanan di convenient store di Jepang jenisnya akan bermacam-macam. Saya suka sekali dengan hobbang (steam bun-nya), apalagi yang isinya kacang merah. Huaaaa.. enak sekali. Belum di Jepang setiap convenient store makanan yang dijual akan beda-beda. Apa yang dijual di Seven Eleven tidak sama dengan yang dijual di convenient store lainnya. Di beberapa department store, seperti yang di Stasiun Asasuka, kalau setelah jam 6 makanan akan didiskon 50 persen. Konon, semakin malam, semakin gedhe diskonnya. Iyalah, daripada mereka ga laku dan harus dibuang. Oleh karena itu, mereka lebih baik memberikan diskon kepada customernya.

convenient store foods party in Yoyogi Park

Jadi, sebenarnya tidak masalah mau makan di convenient store atau makan di restoran biasa, karena uang yang dibayarkan jumlahnya akan hamper sama. Sekarang tergantung pada niatan kita. Mau makan yang langsung kenyang, atau mau mencoba ini dan itu. Kalau mau makan langsung kenyang, mendingan beli di restoran yang bisa duduk dan makan dengan kenyang. Jika mau coba-coba, silahkan jajan di convenient store. Kalau ditanya enakan mana, hamper semua makanan di Jepang enak-enak. Karena makanan enak itu, selalu saja rasanya pengen balik ke Jepang. J

Leave a Reply