jempol

Beberapa tahun yang lalu, tidak sengaja saya melukai jempol tangan saya dengan pisau. Waktu itu, saya sedang memasak dan setengah melamunkan. Jempol kiri saya yang terpotong pisau itu. Darah yang keluar sangatlah banyak. Waktu itu, berbagai cara aku lakukan untuk...

mengapa kita nyusuh?

Sepanjang yang saya ingat, saya selalu “nyusuh.” Belum pernah sekalipun, saya “clutter free” atau bebas susuh.  Baik ketika saya tinggal di Kedungtarukan atau ketika di St. Louis. Sekarang, sudah agak lumayan sih, tetapi, tetapi tetap saja, masih punya susuh, hehehe....

konsisten

Untuk melakukan apapun, kita butuh satu hal ini. KONSISTEN. Pola hidup sehat. Disiplin menulis. Olahraga. Rajin mengaji. Apapun itulah. Namun, kadangkala susah sekali untuk melakukan hal yang satu ini. Saya tahu, sebagai seorang dengan high self-determination, saya bisa dengan mudah...

Seperti Menunggu Godot

Menunggu bis kota di Surabaya atau Sidoarjo kadang seperti menunggu Godot – tokoh lelaki yang ditunggu-tunggu oleh Vladimir dan Estragon dalam drama besutan Samuel Beckett. Sampai dengan cerita berakhir, Godot  tidak pernah muncul. Menunggu bis kota, itu seperti menunggu ketidakpastian....