Berjalan di Amerika Serikat #2: A Thing You Should Have on Road Trips

we thank to GPS

And the answer would be GPS! Geographical Positioning System. Yep, kita butuh itu karena di Amerika Serikat tidak ada orang jualan teh botol. Tidak ada tukang tambal ban. Tidak ada tukang becak mangkal. Yeah, intinya, kalau kita tersesat ketika mencari alamat, tidak ada orang yang bisa kita tanyain. Kalaupun ada, susah banget. Bukan mereka tidak mau membantu, tetapi kadang-kadang karena jalanan sepi.

Ohya, GPS juga menjadi satu kebutuhan karena jalan-jalan di AS sana sudah sangat gampang untuk dinavigasi. Jalannya tidak ruwet macam di Indonesia. Tidak ada Karangmenjangan, Jojoran, Dukuh Pakis, dan sebagainya. Juga, tidak ada jalan tikus seperti di Surabaya atau Jakarta. Saya bisa bayangkan, kalau GPS is widely used in Indonesia, kalau jadi manusia, pasti kepala GPS bisa pusing kepala Berbie. 🙂

beautiful Grand Canyon

beautiful Grand Canyon

Dulu, jaman sering road trip di Indonesia sama Funtastic Four (baca: teman-teman kuliah), GPS sering kita plesetkan dari “Ga Pakai Suwi.” Ya artinya, kita turun dari mobil dan tanya sama orang alamat yang ingin kita tuju. Di Indonesia, ini masih sangat efektif.

Jaman di Amerika Serikat, GPS benar-benar sangat dibutuhkan. Sangat essential. Meskipun dia juga kadang-kadang “stress” dalam memandu kita.

Suatu cerita ketika kami berada di Las Vegas, Nevada pada Desember 2011. Ketika itu kami ingin pergi ke Grand Canyon dengan mobil. Tetapi kami tidak memiliki banyak waktu. Menurut GPS, memang dibutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk ke Grand Canyon. Itu berarti, kalau kita mau round trip, paling tidak dibutuhkan waktu 8 jam. Jadi, kalau kita memang niat kesana ya harus berangkat pagi-pagi dari Las Vegas. Padahal, kita punya keinginan kesana itu sudah siang, setelah jam 12-an.

Kemudian isenglah kita mencari alternatif, siapa tahu ada Grand Canyon yang lebih dekat. Tiba-tiba temanku berseru girang, “Lihat, ini ada Grand Canyon juga… Hanya 1.5 jam dari Las Vegas… Cuma nggak tahu ya seperti apa wujudnya…” Akhirnya, kami sepakat untuk pergi ke tempat yang “dianjurkan” oleh GPS itu.

Sepanjang jalan yang kami lewati adalah gurun. Itulah indahnya Nevada. Sepanjang kita memandang, yang ada hanyalah gurun. Kaktus. Jalanan benar-benar kosong dan sepi. Kita jarang sekali berpapasan dengan kendaraan lainnya. Aspalpun juga sangatlah mulus. Karena “kosong” ini, kita bisa melihat matahari tenggelam dengan sangat indah. Matahari bisa sangat besar dan tanpa hambatan. Dan favoritku adalah warna ungu yang menembus di horizon.

photo (12)

Nah, lanjut ke upaya kita untuk ke “Grand Canyon”….

Kita mulai merasakan keanehan ketika kita seharusnya sudah dekat dengan “Grand Canyon”, tetapi kita mulai curiga… Ini kita mendekati Grand Canyon yang notabene-nya adalah pegunungan kok daerahnya masih landai ya? Kita mulai saling melihat. Harusnya kan kita sudah melalui daerah yang curam dan berkelok-kelok, seperti layaknya daerah pegunungan.

Tinggal 2 miles dari tujuan, lokasi masih landai. Dannnnnn… ketika GPS kita bilang “arriving at your destination….” Yang kita temukan adalah satu bangunan motel yang berada di tengah gurun bernama “Grand Canyon.” Akhirnya, pecahlah tawa kita semua dengan keras sampai perut kita sakit. Kalau mungkin bisa gulung-gulung di lantai, kita juga akan gulung-gulung di lantai…. So, is this Grand Canyon? Yang ada di hadapan kita adalah sebuah losmen kecil dan dekil di tengah gurun. Losmennya juga berdebu.

Akhirnya, kita merayakan “disesatkan” oleh GPS dengan makan kerupuk yang kita bawa di mobil. Kitapun akhirnya memutuskan untuk sholat Ashar di tengah gurun. Kitapun memutuskan untuk kembali ke Las Vegas dengan tertawa-tawa.

Selain kejadian itu, GPS worked perfectly to us… Tidak pernah mengecewakan sama sekali. 🙂

a glory morning in Las Vegas

a glory morning in Las Vegas

PS: Akhirnya kesampaian ke Grand Canyon juga pada Februari 2012. But still, our experience to find “Grand Canyon” is too memorable to forget. 😀

Leave a Reply