Berjalan di Amerika Serikat #1: Tiga Kebiasaan Menyebalkan Saya Saat Road Trip

GPS1

Dibandingkan dengan perjalanan lainnya, road trip adalah perjalanan yang paling banyak saya lakukan di US. Meskipun saya tidak bisa dan tidak boleh menyetir mobil disana, saya bersyukur selalu saja ada teman yang mengajak saya road trip.

Secara umum, saya teman di jalan (road trip) yang sangat menyenangkan. Saya tidak cerewet destinati wisata. Saya lebih banyak manut mau kemana saja. Bagi saya, yang paling penting adalah the journey, not the destination. Kalaupun justru pergi ke tempat yang tidak populer saya malahan suka. Ke tujuan-tujuan yang membuat orang mengkerutkan kening, “dimana itu?” Selain tidak cerewet tujuan, saya juga bisa menjadi navigator yang baik karena saya bisa membaca peta. Satu lagi, saya juga kuat tidak tidur kalau jadi navigator (tapi gampang tidur kalau di passengers seat), ditambah dengan carita saya yang tidak pernah habis, membuat si sopir tidak perlu menyalakan radio because I’m the radio, lol.

Cuma, setelah dipikir-pikir, ada beberapa kebiasaan saya yang sedikit menyebalkan… hehehe. Makanya, saya berterima kasih kepada teman-teman saya yang selama ini sudah sangat sabar road trip dengan saya dan kebiasan buruk saya. 😀

Pee Stop: Mungkin karena bladder saya yang pendek, saya gampang banget pengen pipis. Di dalam road trip (terutama saat winter), membuat bladder terdesak terus-menerus. Campuran karena dingin dan gelontoran kopi yang tiada habisnya. Jadilah, setiap beberapa miles gitu, selalu colek-colek sopir untuk berhenti kalau saya pengen pipis. J. Kalau saya minta berhenti untuk pipis, kami sekalian isi bensin mobil atau peregangan otot. Untungnya, di US, sangat gampang untuk mencari pee stop. Biasanya, pee stop ada di POM bensin. POM bensin disana bersih-bersih. Ada juga yang campur sama truck stop. Jadi kadang ada restoran yang lumayan besar. Kadang-kadang, hanya ada convenient store saja

POM bensin di Wyoming

POM bensin di Wyoming

Coffee Stop: jaman itu, saya masih kecanduan kopi. Pagi tanpa kopi sangatlah kurang lengkap. Kalau tidak minum kopi, mood jadi cranky dan kepala jadi pening. Karena sadar di jalan kopinya tidak enak, saya kadang-kadang sangu kopi sendiri, tapi kadang juga males. Jadilah saya selalu minta diberhentikan di POM bensin untuk beli kopi. Atau, kalau kita kebetulan berada di satu kota yang lumayan besar, saya bisanya akan googling local coffee shop yang enak. Kayak “Common Ground” di downtown Denver. Eh, tapi ada POM bensin yang kopinya enak itu. Itu ada di Wyoming di POM Bensin “Sinclair.” Sepertinya, kopinya lokal. 😀

having a cup of coffee in Wyoming

having a cup of coffee in Wyoming

downtown Denver, CO with a cup of coffee from Common Ground Coffee

downtown Denver, CO with a cup of coffee from Common Ground Coffee

Post Box Stop: Nah, ini terkait dengan kebiasaan saya mengirimkan kartu pos ketika sedang traveling. Jadi, saya selalu bilang ke teman yang nyetir… “Kalau ada post box ya….” Kadang teman-teman saya agak jengkel dengan kebiasaan satu ini karena ketika nyetir mata kudu meleng terus… hahahaha.

post box in San Francisco, CA

post box in San Francisco, CA

Tapi, benar, dengan road trip di US, saya banyak mendapatkan pengalaman yang sangat berarti. Rasanya, tidak menyesal melakukan banyak perjalanan itu semua… Meskipun ketika pulang, duit di dompet tinggal $100. 😀 :D.

 

Leave a Reply